Originally Posted By jihadforjannah

islamic-quotes:

How to become a Strong Muslim

islamic-quotes:

How to become a Strong Muslim

(Source: jihadforjannah, via tea-arahmi)

Originally Posted By greeninvasion

Programming

greeninvasion:

Frustasi. Susah. Ga pernah kelar.

Isi benak kita saat dihadapkan dengan kata programming. Proyek ga pernah ada kelarnya, selalu ada bug. Bagi orang yang mission-oriented, tentu sulit menerima kenyataan, tugas yang kita terima tidak pernah bisa dikatakan “kelar” secara lengkap. Tapi selalu ada pelajaran.

Setelah 6 bulan menjadi programmer, gw belajar satu hal bahwa kita sebenernya juga mirip dengan program, selalu ada salahnya. Kita nggak bisa serta-merta menjadikan diri kita sempurna. Kita selalu memperbaiki diri kita dengan perbaikan-perbaikan kecil, hingga jadi satu perbaikan besar; dan tidak akan pernah kelar.

Indeed, Sir :D

Originally Posted By medinaayasha

Tumblr-Tumblr Favorit B-)

isnidalimunthe:

medinaayasha:

Nih tumblr2 yang InshaAllah baik utk di follow dan bikin termotivasi :)

isnidalimunthe @dentykusuma johan herteennordiawan ahmadkrishar bigzaman 

Fastabiqul Khairat ^^9

Yaampun nama akuh disejajarkan sama kak BIG, hukssss, terharuuuu *elap aer mata*

Anyway please welcome Medina Ayasha, beloved daughter of my favourite lecturer in campus, hehehe :”)

BerSEMANGAT!!

Isniii -,-“

Btw kayaknya di postingan yang kemarin saya baca nggak ada nama saya Ayasha.. #bingung :D

Kak Isni memang artis tumblr..Terus kalau kata kak Isni dan orang-orang, tumblr yang juga bagus itu tumblr nya kak Achmad Lutfi, kak Yasir Mukhtar, kak Kurniawan Gunadi, kan Kuntawiaji, dll, mungkin kak Isni bisa menambahkan :p

Recommended one!

The Story of Robert Davilla, Ustadh Nouman Ali Khan’s syaikh..sooo…touching !! :””)

*kalem aja ada subtitle-nya kok buat yang belom biasa..cepetan di-buffer :D

Originally Posted By medinaayasha

Kalau kita suka sama orang, biarin Allah yang pertama kali tau #tsahhh

Kata Ibu ~w~ (via medinaayasha)

Cieeh..kakak Ayasha udah gede nih sekarang :p

Salam buat ayah, ibu, dan adik2 yaa..pengen silaturrahim lagi nih ke rumah :D

Originally Posted By isnidalimunthe

"Emang kalau Tarbiyah harus pilih PKS, Kak?"

Sebuah pertanyaan menarik dari sebuah grup WA malam kemarin dari seorang teman, membuat grup tersebut cukup dinamis semalam dan cukup panjang pembahasannya. Dan akhirnya pertanyaan ini pun mengusik pikiran saya. Sebagai seorang simpatisan sejati #azeeeg , pertanyaan ini membuat saya termenung beberapa saat, lalu mereka-reka ulang, mengingat-ingat kembali saat-saat ketika…saya terlintas pertanyaan yang sama! :)

Yap, memang sudah menjadi rahasia umum ada sesuatu di antara keduanya. Ada sesuatu yang mengkaitkan mereka. Tarbiyah dan PKS. Liqo-liqoan dengan PKS. Semakin lama saya cermati, dari saya masih menjadi peserta pengajian saja hingga menjadi mentor dan murrobbi, akhirnya saya semakin menyadari bahwa teman-teman sesama aktifis, kemudian senior-senior yang membimbing kami selama ini, terlihat jelas afiliasinya mendukung penuh kerja-kerja dari partai yang satu ini. Setiap ikut acara munasaroh Palestina hingga agenda kampanye-kampanye partai ini, orang-orang yang saya kenal betul adalah ‘orang baik’ pun ramai-ramai mengikutinya. Ya, tentu saja kita punya ujung pikiran yang sama. Kesel :p

Apaan sih PKS?

Kenapa sih harus partai-partaian segala?

Kenapa tarbiyah harus ikut-ikutan terlibat dengan politik yang di Indonesia kini sudah hampir tidak ada harapan lagi..

Pikir saya kala itu. Namun pada akhirnya memang kita harus memilih, karena hidup adalah rangkaian dari pilihan-pilihan yang kita pilih sendiri bukan? 

Saya pun mulai merenung apa saja pilihan-pilihan mendasar yang telah saya ambil terkait hal ini, randomly mungkin alurnya seperti ini. 

1. Sebagai seorang manusia, saya dihadapkan dengan pilihan yang paling mendasar, mau menjadi manusia yang percaya dengan agama atau tidak sama sekali? Di titik ini, saya masih yakin bahwa saya masih ingin menjadi seorang yang beragama.

2. Ketika memutuskan untuk beragama, saya mendapati beberapa pilihan agama dan dari sekian banyak pilihan agama, saya yakin memilih Islam sebagai agama yang saya yakini.

3. Menjadi seorang muslim pun dihadapkan pada pilihan, mau menjadi muslim yang biasa-biasa aja (sholat, puasa, ngaji, dll sekedarnya) alias pasifis atau memilih menjadi aktifis yang memiliki ranah amal yang luas serta insya Allah lebih besar pahalanya di sisi Allah? Saya memilih menjadi aktifis.

4. Kalau jadi aktifis, mau jadi aktifis yang dakwahnya sendirian atau berjama’ah? Tentu lebih menguatkan dan berkah berada di dalam jama’ah.

5. Nah..ini baru mulai sulit..dari sekian banyak pilihan jama’ah, yang mana yang mau dipilih? Setelah menimbang dan banyak membandingkan cara dakwah masing-masing jama’ah, saya merasa paling pas *sekali lagi paling pas bukan yang paling benar* dengan karakter saya adalah jama’ah Tarbiyah.

6. Setelah sekian lama berada di jama’ah tarbiyah, ngeliat kok ada yang berpartai-partai bergitu..Di titik ini, saya menanyakan hal yang sama dengan judul tulisan ini! Yap, pada akhirnya akan muncul pilihan selanjutnya, menerima tarbiyah sekaligus dengan konsep kepartaiannya atau tarbiyah-tarbiyah aja nggak usah partai-partaian?

Naah, sampai disini uda mulai susah pertanyaannya..hehe. :D Gak semudah pertanyaan sebelumnya. Okey, pertanyaannya mungkin butuh sedikit dipermudah.

Kalau secara umum, kita mengakui tarbiyah baik, kenapa di titik yang sensitif ini (politik),tarbiyah memutuskan untuk berpartai? Kenapa nggak jadi lembaga dakwah yang konsisten pada pembinaan umat saja seperti Daarut Tauhid nya Aa Gym misalnya, PPPA nya Ustadz Yusuf Mansur yang fokus membibit penghafal Al Qur’an, atau bahkan Majelis Rasulullah yang setiap pengajian selalu penuh dan padat dengan jama’ah..kenapa tarbiyah harus masuk dalam politik?

Akhirnya harus cari tau kan? 

Mulailah bergerilya, tanya-tanya, diskusi-diskusi, baca-baca buku…dan akhirnya nemu beberapa kesimpulan besar.

- Ooh iya ya..jadi inget konsep Syumuliyatul Islam yang dulu diajarkan pertama kali di liqo, Islam itu ajaran yang menyeluruh, termasuk bila politik adalah hal yang sangat krusial bagi umat dan selalu kita hadapi (secara hampir tiap berapa tahun ada Pileg lah, Pilpres, Pilgub, Pilwakot, dsb), maka sangat tidak mungkin bila ajaran agama ini tidak masuk ke ranah tersebut

- Ooh..ternyata memang dari dulu disadari ini adalah pilihan yang berat..tapi memang harus dijalani karena yang kami yakini ustadziyatul ‘alam adalah amanah yang Allah berikan, karena Islam tertegak kembali di muka bumi ini adalah suatu keniscayaan..Dan partai adalah salah satu bentuk ikhtiarnya.

- Ooh..ternyata dulu pun banyak orang-orang yang nggak setuju kayak saya, sampai-sampai akhirnya keputusan berpartai atau tidak pun harus diputuskan melalui voting, katanya sih begitu.

- Daaan #jengjengjeng..akhirnya diputusin juga untuk harus berpartai.

Sampai di state ini pun masih meragu, masih ada yang belum mantap di hati.. #ceilah #udahKayakMilihJodohAja :D

Istafti fii qolbak’, atau mintalah fatwa kepada hatimu. Begitulah nasihat para tabi’in dan ulama kepada siapapun yang berada dalam keraguan, apabila tidak berhasil menemukan jawabannya di literatur-literatur utama Qur’an dan sunnah.

Dengan seuprit pengetahuan dan pemahaman yang saya miliki, berikut akhirnya menjadi beberapa pertimbangan utama saya selanjutnya:

1. Keputusan berpartai ini diputuskan di dalam syuro, yang berisi orang-orang terbaik di jama’ah ini. Dimana syuro pun begitu tinggi dijunjung nilainya oleh jama’ah ini, sesuai dengan yang kami yakini bahwa Allah akan selalu bersama ‘tangan-tangan’ jama’ah. Maka, siapakah saya yang ngerasa pinter dan benar membuat keputusan seenak sendiri? 

2. Berbekal informasi yang saya ketahui selama berada di jama’ah ini hingga hari ini, kedekatan-kedekatan dengan beberapa ‘pejuang’ yang saya kenal betul yang kini berjuang didalamnya, serta gencarnya musuh-musuh Islam dalam setiap upaya-upaya kebenaran kini, semakin meyakinkan bahwa keputusan ini memang benar harus diambil dan didukung

Dan..#jengjengjeng, akhirnya setelah berkontemplasi sedemikian panjang..yap, akhirnya fiks saya memilih nomor 3! :D

Saya selalu berdoa kepada Allah untuk diberikan petunjuk agar selalu berada di jalan kebenaran..Pun saya selalu berusaha meluruskan niat ketika berjuang di partai ini:

1. Saya berpartai sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan ikhtiar bersama orang-orang yang bersama-sama mencintai Allah untuk menegakkan kalimatulloh di bumi ini.

2. Dengan berpartai PKS, bukan berarti partai yang lain buruk, bukan berarti jama’ah yang lain buruk..karena sejatinya yang Allah nilai kelak bukanlah apa partai dan jama’ah kita, melainkan nilai dari setiap amal pribadi kita, di jama’ah apapun, di partai manapun..Karena yang akan dihisab kelak adalah ‘liyabluwakum ayyukum ahsanu amala’, yakni siapa-siapa sajakah yang memiliki amalan-amalan terbaik, siapa-siapa sajakah yang memiliki prestasi dan karya terbaik untuk Allah..

“Sebanyak apapun Ormas kita buat, sekuat apapun Ormas kita buat, semaksimal apapun gerakan ormas dalam masyarakat, tetap saja yg diijinkan membuat undang-undang adalah DPR yg diisi perwakilan dr parpol, bukan Ormas. Maka hukum sebagai dampak dari proses politik ini mengatur semua tata aturan hidup berbangsa dan bernegara ini dilahirkan dari Parpol. Jadi kalau kita ingin merubah undang-undang menjadi lebih islami, itu dihasilkan oleh Parpol, bukan oleh yang lain. mau bagaimanapun, ini kenyataan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia..” (Abu Syauqi, founder Rumah Zakat)

"Independen bukanlah kebaikan atau kebanggaan, bersama kebenaran itu baru kebaikan..” (Bang Banu Muhammad)

"Akumulasi orang-orang baik, berani mengambil resiko, yang bersatu, kemudian bertemu momentum itulah, kemudian kita sebut dengan kemenangan. Kemenangan bersama. Because, the winner never stands alone.” (Scientia Afifah)

Yap, just a thought, sebuah pikiran yang terlintas begitu saja. Saya pun menulis ini bukan sebagai juru bicara PKS, jadi ini pure opini pribadi yang tidak mewakili sesuatu apapun. :D

Setuju tidak setuju memang pilihan masing-masing, yang terpenting, tetap konsisten diri untuk terus beramal dan beramal! :)

Depok, 31 Maret 2014

Di tengah hiruk pikuknya masa kampanye di timeline facebooktwitter, tumblr, dsb :D

Big

Kutipan oleh-oleh dari Kajian Bulanan Ustadz Yusuf Mansur di buku ‘Belajar Dari Ustadz Yusuf Mansur’. 

Untuk siapapun yg telah, baru, atau akan berjuang di jalan yang sama. :)

Kutipan oleh-oleh dari Kajian Bulanan Ustadz Yusuf Mansur di buku ‘Belajar Dari Ustadz Yusuf Mansur’.

Untuk siapapun yg telah, baru, atau akan berjuang di jalan yang sama. :)

Originally Posted By herricahyadi

Politik itu saluran kepentingan. Kepentingan kita adalah menjadikan politik sebagai sarana dakwah. Itu saja.

Kebenaran harus merebut kekuasaan. Jika tidak, kebenaran akan lenyap. Bangunlah! (via herricahyadi)

Indeed.

Sambil tidur pun, Hafizh udah kebayang-kebayang ini besok mau ke GBK..yap, salam #3besar nak! :p

*asli tanpa rekayasa* :D

Sambil tidur pun, Hafizh udah kebayang-kebayang ini besok mau ke GBK..yap, salam #3besar nak! :p

*asli tanpa rekayasa* :D

other news is designed by manasto jones, powered by tumblr and best viewed with safari.